E-Book Edition, by DickyRahardi.Com
Ketika seorang peneliti meneliti tentang tinggi tanaman jagung pada 5, 10, 15, 20 dan 25 hari setelah tanam, maka dibutuhkan suatu alat ukur yang memiliki kehandalan / standard tertentu guna mendukung penelitian tersebut. Misalnya, untuk mengukur pertambahan tinggi tanaman jagung tersebut dipilih sebuah penggarisan dengan satuan ukur (skala ukur) centimeter (cm).
Skala nominal dipergunakan bilamana variabel (peubah) yang diukur semata-mata untuk mengklasifikasikan beberapa objek pada variabel tersebut. Misalnya, seorang enumerator menyodorkan kuisioner yang berisikan item-item sbb :
2. SKALA ORDINAL
Ketika kita ingin membeda-bedakan suatu objek berdasarkan sangat disukai, disukai, tidak disukai dan sangat tidak disukai maka dibutuhkan skala pengukuran yang lebih tinggi dari skala nominal, yaitu yang biasa disebut dengan skala ordinal. Pengukuran dengan skala ordinal memungkinkan segala sesuatu disusun menurut peringkatnya, sebagai contoh :
Disebut sebagai skala ordinal karena pada skala ini skor tidak hanya dipergunakan untuk pengklasifikasian semata akan tetapi telah memiliki makna peringkat (contoh : skor 5 memiliki makna lebih baik dari skor dibawahnya).
3. SKALA INTERVAL
Jika suatu skala memiliki segala sifat dari skala ordinal dan jika jarak antara dua angka (skor) pada skala tersebut mempunyai unsur jarak, maka skala yang sedemikian itu disebut sebagai skala interval. Pada skala interval titik nol dan unit pengukurannya dapat dipilih secara sembarang.
Contoh :
ketika kita mengukur suhu. Antara suhu sebesar 10 0C dan 30 0C memiliki jarak sebesar 20 0C. Suhu 0 0C sama dengan suhu 32 0F, sehingga dapat disimpulkan bahwa titik 0 0 pada satuan Celsius bukanlah titik nol sejati. Berdasarkan dua ciri di atas (yaitu : memiliki jarak dan titik nolnya bukan titik nol sejati) maka pengukuran suhu masuk kedalam kategori skala interval.
Pada 2 item pertanyaan di atas tampak bahwa seseorang diminta untuk mengekspresikan pendapatnya lewat angka. Hal ini sama halnya dengan ketika tim juri diminta untuk mengekspresikan penilaiannya tentang beberapa profil binaragawan melalui angka. Model tersebut termasuk dalam kategori interval karena selisih atau jarak angka 4 dan 5 sama dengan selisih angka 8 dan 9. Disamping itu skala yang digunakan pada model kuisioner tersebut tidak memiliki titik nol sejati.
4. SKALA RASIO
Jika suatu skala memiliki semua ciri suatu skala interval dan disamping itu memiliki titik nol sejati maka skala yang sedemikian itu disebut sebagai skala rasio.
Contoh :
Pengukuran berat badan termasuk kedalam kategori skala rasio, sebab :
1. Antara berat badan yang satu dengan yang lain memiliki usur jarak yang disebut dengan selisih berat.
2. Ketika berat badan diukur dalam satuan gram (gr), maka berat 0 gr akan sama dengan berat 0 kg dan sama dengan 0 ton. Hal ini menunjukkan bahwa skala yang digunakan untuk mengukur berat badan memiliki titik nol sejati.
Contoh yang berkaitan dengan kuisioner :
2 komentar:
hai mas dicky, makasih ilmunya ya... saya lagi membahas soal ujian masuk sekolah tinggi ilmu statistik jakarta. ada soal yang berhubungan dengan skala pengukuran
salam
tina
tolong koreksi. mengajarkan tentang skala pada anak yang mengalami kesulitan belajar adalah, anak disuruh mengukur benda dari yang kecil sampai yang besar, lalu suruh menggambarkannya di buku, yang ukurannya besar bagaimana menggambarnya, tidak muat? makanya kita butuh skala. gimana?
Post a Comment
Tanggapan, pesan atau pertanyaan hendaknya disertai dengan identitas (minimal mengisi NAMA dgn men-select bagian Comment as dengan "Name/URL"). Terima kasih
(c) DickyRahardi.Com™, 2006