SKALA PENGUKURAN

E-Book Edition, by DickyRahardi.Com

Ketika seorang peneliti meneliti tentang tinggi tanaman jagung pada 5, 10, 15, 20 dan 25 hari setelah tanam, maka dibutuhkan suatu alat ukur yang memiliki kehandalan / standard tertentu guna mendukung penelitian tersebut. Misalnya, untuk mengukur pertambahan tinggi tanaman jagung tersebut dipilih sebuah penggarisan dengan satuan ukur (skala ukur) centimeter (cm).

Contoh di atas memberikan gambaran tentang dibutuhkannya skala pengukuran yang sah / standard yang dapat dijadikan acuan untuk mengukur tinggi tanaman. Demikian pula halnya ketika kita membutuhkan informasi tetang berat badan angota keluarga, tentunya dibutuhkan skala ukur tertentu yang dapat mendukung keperluan tersebut misalnya dipilih skala ukur dengan satuan ukur kilogram (kg).

Pada kenyataannya skala ukur standar tidak hanya dibutuhkan untuk keperluan-keperluan yang bersifat exact saja (seperti : mengukur tinggi, jarak, berat, tekanan, intensitas dll), akan tetapi dalam penelitian-penelitian yang bersifat non-exact (seperti : pengukuran psikologis, sikap sosial, intelegensia, atribut demografi dll ) dibutuhkan pula suatu alat ukur dengan skala tertentu yang dapat dipergunakan untuk memberikan informasi secara jelas dan benar.

Informasi yang akurat dan objektif dalam penelitian sosial biasanya tidak mudah diperoleh terutama dikarenakan konsep mengenai variabel yang diukur tidak selalu mudah dioperasionalisasikan sebagaimana dalam penelitian mengenai aspek fisik. Oleh karena itu dalam penelitian non-exact (sosial) diperbolehkan untuk mempergunakan nilai alpha (batas minimum peluang kesalahan) antara 5% sampai dengan 10%, sedangkan dalam penelitian yang bersifat exact (fisik) nilai alpha yang diperbolehkan adalah 5% atau lebih kecil dari 5%.

Guna mendukung berbagai bidang penelitian baik yang bersifat exact maupun non-exact maka dikenal 4 macam skala pengukuran sbb :

1. SKALA NOMINAL

Skala nominal dipergunakan bilamana variabel (peubah) yang diukur semata-mata untuk mengklasifikasikan beberapa objek pada variabel tersebut. Misalnya, seorang enumerator menyodorkan kuisioner yang berisikan item-item sbb :

Skor (angka) yang diberikan pada butir-butir jawaban dari ke-3 pertanyaan di atas hanya bersifat nominal saja (tidak memiliki unsur jarak atau unsur nilai lebih suatu skor dari skor yang dibawahnya), dalam artian bahwa skor yang diberikan untuk jenis pekerjaan seperti : pedagang, petani, pegawai swasta, pegawai negeri dan wirausaha hanyalah bersifat kode atau lambang yang dipergunakan untuk mempermudah proses pengklasifikasian.

2. SKALA ORDINAL

Ketika kita ingin membeda-bedakan suatu objek berdasarkan sangat disukai, disukai, tidak disukai dan sangat tidak disukai maka dibutuhkan skala pengukuran yang lebih tinggi dari skala nominal, yaitu yang biasa disebut dengan skala ordinal. Pengukuran dengan skala ordinal memungkinkan segala sesuatu disusun menurut peringkatnya, sebagai contoh :


Disebut sebagai skala ordinal karena pada skala ini skor tidak hanya dipergunakan untuk pengklasifikasian semata akan tetapi telah memiliki makna peringkat (contoh : skor 5 memiliki makna lebih baik dari skor dibawahnya).

3. SKALA INTERVAL

Jika suatu skala memiliki segala sifat dari skala ordinal dan jika jarak antara dua angka (skor) pada skala tersebut mempunyai unsur jarak, maka skala yang sedemikian itu disebut sebagai skala interval. Pada skala interval titik nol dan unit pengukurannya dapat dipilih secara sembarang.

Contoh :

ketika kita mengukur suhu. Antara suhu sebesar 10 0C dan 30 0C memiliki jarak sebesar 20 0C. Suhu 0 0C sama dengan suhu 32 0F, sehingga dapat disimpulkan bahwa titik 0 0 pada satuan Celsius bukanlah titik nol sejati. Berdasarkan dua ciri di atas (yaitu : memiliki jarak dan titik nolnya bukan titik nol sejati) maka pengukuran suhu masuk kedalam kategori skala interval.

Contoh lain yang berkaitan dengan Kuisioner :


Pada 2 item pertanyaan di atas tampak bahwa seseorang diminta untuk mengekspresikan pendapatnya lewat angka. Hal ini sama halnya dengan ketika tim juri diminta untuk mengekspresikan penilaiannya tentang beberapa profil binaragawan melalui angka. Model tersebut termasuk dalam kategori interval karena selisih atau jarak angka 4 dan 5 sama dengan selisih angka 8 dan 9. Disamping itu skala yang digunakan pada model kuisioner tersebut tidak memiliki titik nol sejati.

4. SKALA RASIO

Jika suatu skala memiliki semua ciri suatu skala interval dan disamping itu memiliki titik nol sejati maka skala yang sedemikian itu disebut sebagai skala rasio.

Contoh :

Pengukuran berat badan termasuk kedalam kategori skala rasio, sebab :

1. Antara berat badan yang satu dengan yang lain memiliki usur jarak yang disebut dengan selisih berat.

2. Ketika berat badan diukur dalam satuan gram (gr), maka berat 0 gr akan sama dengan berat 0 kg dan sama dengan 0 ton. Hal ini menunjukkan bahwa skala yang digunakan untuk mengukur berat badan memiliki titik nol sejati.

Contoh yang berkaitan dengan kuisioner :




5 komentar:

Anonymous said...

hai mas dicky, makasih ilmunya ya... saya lagi membahas soal ujian masuk sekolah tinggi ilmu statistik jakarta. ada soal yang berhubungan dengan skala pengukuran

salam
tina

Anonymous said...

tolong koreksi. mengajarkan tentang skala pada anak yang mengalami kesulitan belajar adalah, anak disuruh mengukur benda dari yang kecil sampai yang besar, lalu suruh menggambarkannya di buku, yang ukurannya besar bagaimana menggambarnya, tidak muat? makanya kita butuh skala. gimana?

Erikson said...

mas Dicky, saya mau tanya neh
jika saya mempunyai alat ukur, misal punya 3 komponen (untuk cek suatu keadaan / kondisi)

Komponen-1 (skala mulai dari 0-4)
Komponen-2 (skala mulai dari 0-10)
komponen-3 (skala mulai dari 0-15)

semua komponen tersebut menyatakan kondisi / keadaan, dimana nilai 0 merupakan alat itu tidak ada, 1, alat itu ada tapi efisiensi rendah, begitu seterusnya sampai nilai tertinggi menunjukkan alat itu ada dan efisiensi 100%

bisa gak saya menghitung ketiga komponen tersebut

thx


Need your advise mas...

Anonymous said...

mas saya mau tanya,.. jika saya menggunakan skala seperti di bawah ini termasuk jenis skala apa?
pernyataan: saya mampu mengerjakan tes matematika dengan baik

ya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
tidak

dmn 1 menyatakan tidak begitu yakin, 5 menyatakan bahwa anda yakin dan 10 menyatakan bahwa anda sangat yakin.
mohon bantuannya ya mas,..
trimakasih

ghani hendrika said...

thx

Post a Comment

Tanggapan, pesan atau pertanyaan hendaknya disertai dengan identitas (minimal mengisi NAMA dgn men-select bagian Comment as dengan "Name/URL"). Terima kasih

(c) DickyRahardi.Com™, 2006